Belajar di Luar Ruang Kelas: Kunjungan Edukatif (Field Trip) ke Jatim Park 3

Saint Joseph Montessori Elementary School (SJMES) mencatatkan momen bersejarah yang istimewa melalui kunjungan edukatif (field trip) perdana ke Jatim Park 3 di Batu, Jawa Timur. Diikuti oleh para siswa, staf pengajar, serta orang tua relawan (parent volunteers), kegiatan edukatif ini menghadirkan kesempatan unik bagi anak-anak untuk mengalami pembelajaran berbasis praktik langsung (hands-on) seraya mengeksplorasi sains, sejarah, budaya, dan seni dalam suasana yang menyenangkan.
Berakar pada filosofi Montessori tentang pembelajaran berbasis pengalaman nyata (experiential education), kunjungan edukatif ini dirancang untuk menjembatani materi pembelajaran di kelas dengan dunia nyata—memampukan para siswa memperdalam pemahaman mereka melalui pengamatan, eksplorasi, serta interaksi yang bermakna.
Salah satu momen paling berkesan hari itu adalah kunjungan ke Dino Park, tempat di mana anak-anak seolah melangkah mundur menyusuri waktu untuk menjelajahi dunia prasejarah yang menakjubkan. Dikelilingi oleh animatronik dinosaurus seukuran asli yang begitu nyata, mereka mengidentifikasi berbagai spesies dinosaurus, mempelajari lini masa prasejarah, serta membandingkan karakteristik hewan herbivora dan karnivora. Pengalaman nyata ini memperkuat pelajaran biologi yang didapat di kelas sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu tentang sejarah alam Bumi.
Perjalanan belajar berlanjut ke Museum Musik Dunia (World Music Museum), di mana siswa mengeksplorasi ragam tradisi musik yang begitu kaya dari berbagai belahan dunia. Melalui interaksi dengan instrumen musik tradisional maupun modern, mereka tidak hanya mempelajari bagaimana suara dihasilkan, tetapi juga menemukan makna budaya dari musik di berbagai benua. Pengalaman ini memadukan sains, kreativitas, dan pemahaman budaya dengan cara yang menyenangkan dan tak terlupakan.
Para siswa juga mengunjungi The Legend Stars Park, di mana tampilan patung lilin dan replika realistis para pemimpin dunia, tokoh bersejarah, serta ikon budaya membuat pelajaran sejarah terasa hidup. Berjalan menyusuri pameran tersebut memampukan anak-anak untuk menghubungkan topik yang sudah mereka kenal di kelas dengan pengalaman visual yang mendalam, menjadikan narasi sejarah jauh lebih menarik dan bermakna.
Dalam pendidikan Montessori, pembelajaran tidak terbatas pada buku teks dan dinding ruang kelas. Kunjungan edukatif (field trip) memberi anak-anak pengalaman sensori yang konkret untuk memperkuat pemahaman sekaligus menginspirasi rasa ingin tahu sepanjang hayat. Mengamati makhluk prasejarah, bereksperimen dengan alat musik, dan melihat langsung visualisasi tokoh-tokoh bersejarah membantu siswa membangun jembatan bermakna antara konsep akademis dan dunia di sekitar mereka.
Lebih dari sekadar pengayaan akademis, kegiatan ini mendorong siswa untuk menumbuhkan kecakapan hidup yang esensial—termasuk kerja sama tim, komunikasi, tanggung jawab, serta regulasi diri (self-regulation). Sepanjang hari, mereka menunjukkan perilaku yang santun, mampu bekerja sama dengan teman sekelas, serta menyambut pengalaman baru dengan penuh rasa percaya diri dan antusiasme.
Field trip perdana SJMES ke Jatim Park 3 telah sukses mengasah keterampilan observasi yang lebih tajam, memperluas wawasan global, serta menginspirasi rasa ingin tahu seni dan sains. Lebih penting dari itu, kegiatan ini mencerminkan komitmen sekolah dalam menghadirkan pengalaman belajar autentik yang menumbuhkan perkembangan intelektual, sosial, serta emosional setiap anak.
Saat para siswa kembali ke rumah membawa kenangan tak terlupakan serta berbagai penemuan baru, field trip perdana ini menjadi babak bermakna lainnya dalam perjalanan SJMES—mengembangkan para pembelajar sepanjang hayat yang selalu penasaran, penuh kepedulian, dan antusias untuk menjelajahi dunia di sekeliling mereka.
Diterbitkan pada 20 Juni 2026